Informasi terbaru dari BINA Bar Association
Policy brief berjudul “Menggalang Kepemilikan Warga atas Kebijakan: Model Tata Kelola Sampah Berbasis Pengetahuan Lokal” ini membahas bagaimana kombinasi antara pengetahuan lokal, afeksi, dan upaya berbagai pihak secara bersama-sama dapat memperkuat tata kelola sampah yang berkelanjutan.
30 October 2026
SelengkapnyaSeminar publik BINA yang menghadirkan Pemerintah Kabupaten Bantul dan Akademisi dalam membahas bagaimana mekanisme advokasi pengalaman warga dan nilai lokal untuk memengaruhi perumusan serta pelaksanaan kebijakan.
27 October 2026
SelengkapnyaYayasan Bentala Indra Nusantara (BINA) mengecam aksi kekerasan terhadap peserta unjuk rasa di Yogyakarta dan mendesak Pemprov DIY bersama aparat penegak hukum untuk memberikan jaminan keselamatan warga serta menindak tegas oknum yang mencatut nama "Jaga Warga" demi menjaga marwah dan fungsi lembaga tersebut.
25 October 2026
SelengkapnyaModul ini membahas pentingnya pengetahuan lokal dalam membentuk kebijakan yang peka terhadap pengalaman dan kebutuhan komunitas. Dilengkapi panduan praktis, modul ini membantu pembaca menggali, memeriksa, dan mengintegrasikan pengetahuan lokal dalam perancangan, pelaksanaan, serta evaluasi program yang berkelanjutan
17 October 2026
SelengkapnyaSaat saya menjadi bagian dari warga Threads, beberapa tulisan berseliweran mengkritisi seorang artis yang membuat video tentang Mindfulness in the Age of Bad News. Perdebatan yang muncul cukup keras dan langsung menghujam si kreator. Salah satu istilah yang paling sering dipakai adalah tone deaf: pesan yang disampaikan dianggap tidak cukup peka terhadap situasi sosial yang sedang dihadapi banyak orang. Kritik itu kemudian berkembang ke banyak arah, mulai dari privilese, jarak terhadap pengalaman krisis, hingga anggapan bahwa kegelisahan publik sedang diterjemahkan terlalu sederhana sebagai persoalan konsumsi informasi.
15 September 2026
SelengkapnyaKasus keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi dapat diperlakukan sebagai kejadian yang sepenuhnya terpisah satu sama lain. Hingga akhir 2025, Surendra, Sujagat, dan Wangge (2026) mencatat sedikitnya 177 kejadian keracunan yang berdampak pada lebih dari 20.000 anak di 127 kabupaten/kota dan 33 provinsi. Sebagian kasus terkonfirmasi berkaitan dengan kontaminasi biologis seperti Escherichia coli, Salmonella, Staphylococcus, dan Campylobacter, meskipun penyebab pada banyak kejadian lainnya tidak berhasil dipastikan. Pola tersebut berlanjut pada 2026, salah satunya melalui kasus di SMKN 6 Semarang pada akhir Juli yang menyebabkan 707 siswa dan guru mengalami gejala gangguan kesehatan.
03 September 2026
SelengkapnyaYayasan Bentala Indra Nusantara (BINA) menyayangkan munculnya sejumlah respons pejabat publik yang dinilai kurang menunjukkan kepekaan terhadap situasi masyarakat di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah.
03 September 2026
SelengkapnyaNyadran, sebuah tradisi yang selama ini kita pahami sebagai warisan budaya, mungkin juga dapat menawarkan titik acuan bagi kita untuk membayangkan bagaimana respons kolektif terhadap perubahan iklim dapat dibangun.
25 August 2026
SelengkapnyaPesanan makanan dalam jumlah besar biasanya menjadi kabar baik bagi produsen skala kecil. Itu berarti tambahan penghasilan, peningkatan pekerjaan, pelanggan baru, dan—jika berjalan lancar—peluang untuk mengembangkan usaha yang umumnya hanya beroperasi di pasar sekitar lingkungan rumah. Respons intuitifnya tampak sederhana: ambil peluang tersebut, penuhi pesanan sebanyak mungkin, dan dapatkan keuntungan ekonominya. Bahkan ketika kapasitas produksi tidak mencukupi, solusi bisnis konvensional adalah menambah tenaga kerja, mengoper sebagian pekerjaan (subcontract), atau mencari pengaturan lain yang tetap memungkinkan produsen awal mengantongi sebagian nilai tambah dari pesanan tersebut.
20 August 2026
Selengkapnya