ASKARA — Bentala Indra Nusantara倡导者( BINA )倡导组织于周六( 2026年5月16日)在雅加达举行了全国领导力会议( Rapimnas ) I。 该活动成为一个全国性的综合论坛,将国家领导委员会、荣誉委员会、专家委员会的队伍聚集到该组织的咨询委员会。

在会上,一些现场负责人解释了该计划的成就以及该组织下一阶段的工作计划。 倡导专业特殊教育( PKPA )、倡导专业考试( UPA )、实习计划和倡导宣誓领域是组织评估的讨论重点。

除了工作计划评估外,总司库还与副司库一起提交了组织的财务报表,作为组织管理的内部问责和透明度的一种形式。

BINA董事长, Ihsan Firmansyah , SH。 ,申明他领导的组织致力于继续成为专业、正直和一贯维护正义的倡导者支柱的执法印刷机构。

“BINA致力于让istiqomah成为执法印刷机构的支柱,成为专业、正直、始终如一地维护正义的倡导者。 BINA出生的倡导者必须能够根据各自的部分和权限,从司法、检察官和警察的支柱部门与执法部门保持一致, ”Ihsan说。

他还表示,尽管OA BINA还不到一岁,但该组织已于2026年5月初成功组织了特别专业倡导教育( PKPA )第一批。 来自印度尼西亚不同地区的数十名参与者参加了该计划。

根据Ihsan的说法,这一成就表明了未来倡导者对BINA作为一个以质量、诚信和加强法律部门人力资源能力为导向的专业组织的高度热情。

与此同时, BINA秘书长Chetta Dwitama, SH., MH. ,表示BINA倡导组织愿意建立跨部门合作,以提高公众的法律意识。

Chetta说: “OA BINA准备与其他倡导组织以及政府和私人机构或机构合作,以教育公众,从而实现具有法律意识的社会。” Rapimnas I BINA也是董事会成员提交各种评估笔记、意见和响应以实施已运行的组织计划的空间。

通过论坛, BINA希望强化组织方向,提高倡导者的专业性,扩大对社区法律意识发展的真正贡献。


Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

1000 Karakter tersisa

Related Articles

Related

Mengenal Nyadran dan Hubungannya dengan Kesadaran Kolektif

Nyadran, sebuah tradisi yang selama ini kita pahami sebagai warisan budaya, mungkin juga dapat menawarkan titik acuan bagi kita untuk membayangkan bagaimana respons kolektif terhadap perubahan iklim dapat dibangun.

Read More

Related

Beyond Self-Interest: Gandeng-Gendong and the Social Logic of Reciprocity

Pesanan makanan dalam jumlah besar biasanya menjadi kabar baik bagi produsen skala kecil. Itu berarti tambahan penghasilan, peningkatan pekerjaan, pelanggan baru, dan—jika berjalan lancar—peluang untuk mengembangkan usaha yang umumnya hanya beroperasi di pasar sekitar lingkungan rumah. Respons intuitifnya tampak sederhana: ambil peluang tersebut, penuhi pesanan sebanyak mungkin, dan dapatkan keuntungan ekonominya. Bahkan ketika kapasitas produksi tidak mencukupi, solusi bisnis konvensional adalah menambah tenaga kerja, mengoper sebagian pekerjaan (subcontract), atau mencari pengaturan lain yang tetap memungkinkan produsen awal mengantongi sebagian nilai tambah dari pesanan tersebut.

Read More

Related

Gufron Rum : PBNU Perlu Memperkuat Tata Kelola Sosial dari Tingkat Mikro di Era Multiketidakpastian

Menghangatnya kontestasi kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar tidak hanya perlu dipandang sebagai pergantian figur Ketua Umum. Momentum tersebut menjadi ruang penting untuk membicarakan kembali tantangan organisasi NU dalam merespons perubahan sosial yang makin kompleks—mulai dari fragmentasi masyarakat, tekanan ekonomi, perkembangan teknologi, krisis lingkungan, hingga meningkatnya ketidakpastian global.

Read More